cool hit counter

PDM Kabupaten Sampang - Persyarikatan Muhammadiyah

 PDM Kabupaten Sampang
.: Home > Berita > Tiga Tahun Dua Santri Muhammadiyah Madura Ini Menuntaskan Hafalan Alquran 30 Juz

Homepage

Tiga Tahun Dua Santri Muhammadiyah Madura Ini Menuntaskan Hafalan Alquran 30 Juz

Sabtu, 30-04-2016
Dibaca: 700

Dua Hafidz
Taqiyuddin Ibnu Syafii (kiri) dan Mahrus Amin. Dua hafid bersanad (foto dok pesantren)

 

PWMU.CO – Dua santri Ma’had Al-Ittihad Al-Islami, Camplong, Sampang, Madura, berhasil menghafalkan Alquran 30 Juz dengan sanad hafalan yang bersambung sampai Rasulullah saw. Kedua santri itu adalah Taqiyuddin Ibnu Syafii dan Mahrus Amin.

Ustad Imam Hasanuddin, pembina hafidz Mahad Al-Ittihad Al-Islami, mengatakan, dua anak tersebut memang memiliki semangat dan motivasi yang tinggi dalam menghafal Al-Quran. Dalam waktu tiga tahun, kedua siswa Kelas XII Madrasah Aliyah (MA) Al-Ittihad Al-Islami itu berhasil menuntaskah hafalan 30 juz.

Tidak hanya dalam menghafal saja, dua santri ini juga menonjol di bidang lain, termasuk matematika. “Dari 150 santri putra, dua anak ini memang menonjol. Apalagi, ditambah semangat mereka dalam menghafal. Jadinya, mereka cukup cepat dalam menghafal 30 juz itu. Mereka semakin semangat ketika saya beri tahu ada beasiswa untuk para hafid Alquran,” kata Imam, saat diwawancarai pwmu.co, (29/4).

Menurut Imam, tidak ada metode khusus yang dia berikan kepada para santrinya dalam menghafal Alquran. Dia juga tidak pernah memberikan target waktu menghafal. Sehingga, tidak ada tekanan dalam menghafal Alquran.

“Tidak ada target waktu. Kami tidak menentukan dalam waktu sekian harus hafal sekian. Kami berikan kesempatan kepada santri untuk menghafal sesuai dengan kemampuannya. Untuk Taqiyuddin dan Mahruz, mereka biasanya dalam satu minggu bisa hafal setengah juz. Dalam satu pertemuan, bisa lima lembar,” tuturnya.

 

Duduk dari kiri, Syamsul Hadi (penerjemah, Ciamis), Abdullah (Turki), Mughni Musa. Berdiri, dari kiri Mahrus Amin dan Taqiyuddin Ibnu Syafii

Duduk dari kiri, Syamsul Hadi (penerjemah, Ciamis), Abdullah (Turki), Mughni Musa.

Berdiri, dari kiri Mahrus Amin dan Taqiyuddin Ibnu Syafii (foto dok pesantren)

Imam mengaku bangga dengan pencapaian Taqiyuddin dan Mahrus. Meskipun keduanya berasal dari keluarga yang sederhana, tapi semangatnya dalam belajar sangat luar biasa. Dia berharap keduanya dapat konsisten menjaga hafalannya dan dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. “Semoga dapat meraih beasiswa hafidz Alquran. Sehingga mereka bisa terus melanjutkan studinya,” harapnya.

Taqiyuddin dan Mahrus, rencananya bersama santri seangkatan akan diwisuda pada acara Haflah Akhirussanah pada tanggal 1 Mei 2016. Sebelumnya pada Rabu (27/4), mereka dapat kunjungan tamu dari Ma’had Tahfid Sulaimaniyah Turki.

Ust Hasan (2)

36 Sanad sampai Rasulullah

Karena dibimbing langsung oleh Imam, maka Taqiyuddin dan Mahruz pun mendapat sanad hafidz Alquran. Imam merupakan hafidz yang mendapatkan sanad dari Syekh Mesir, yang punya sanad sampai Rasulullah saw. Dari sanad itu, ia diberikan hak mengajar Alquran. “Saya sanad yang ke 36. Jadi dua santri saya itu, adalah sanad ke 37. Sanad itu seperti lembar ijazah. Di sana tercantum nama-nama perawi. Sekaligus izin tertulis untuk mengajar Alquran,” jelas Imam.

Ustad Imam Hasanuddin 

Saat kuliah di Universitas Al Azhar Mesir, tahun 2004-2011, Imam menyempatkan belajar pada Syekh Abdul Qadir Muhammad Tamam Ali Al Ausi Al Djibouti. Syekh ini memiliki madrasah bernama “Al-Halaqah Li Ihya’i at-Turats wa at-Tanmiyah al-Mahalliyah.

Al Halaqah adalah semacam Pesantren Tahfidz Alquran. Santrinya berasal dari berbagai negara. Selama 8 bulan (Mei-Desember 2008), Imam mengkhatamkan hafalan Alquran pada Syekh, yang sampai sekarang masih aktif membimbing hafalan Alquran.

Adapun 36 sanad yang sampai pada Rasulullah saw adalah sebagai berikut: Dimulai dari, 36. Ust. Imam Hasanuddin bin Sumawi 35. Syekh Abdul Qadir Muhammad Tamam Ali Al Ausi Al Djibouti 34. Syekh Sayyid bin Ibrahim bin Mahmud bin Ba’bulah al Misri 33. Syekh Muhammad Isma’il Al Hamadani 32. Syekh Ahmad bin Abdul ‘Aziz az Zayyat 31. Syekh Abdul Fattah Hinidi 30. Syekh Muhammad bin Ahmad 29. Syekh Ahmad Ad Durri al Maliki 28. Syekh Ahmad bin Muhammad 27. Syekh As Sayyid Ibrahim al ‘Ubaidi 26. Al Muhaqqiq Syekh Abdurrahman al Ajhuri 25. Syekh Ahmad al Isqathi 24. Al Muhaqqiq Syekh Ad Dimyathi 23. Syekh Ahmad Al Banna Ad Dimyathi 22. Syekh Syahadah al Yamani 21. Syekh Nasir at Thablawi

Ijazah Sanad

Ijazah hafid yang diperoleh Imam Hasanuddin (foto dok pribadi)

Selanjutnya 20. Syeikhul Islam Abu Yahya Zakaria al Anshari 19. Syekh Abu an Na’im Ridlwan al ‘Uqabi 18. Syekh Muhammad an Nuwairi al Maliki 17. Syekh Muhammad bin al Jazari 16. Syekh Ibnu al Labban 15. Syekh Abil Hasan Ali bin Syujja’ al ‘Abbasi al Misri 14. al Imam Abil Qasim bin Firah ar Ra’ini as Syathibi 13. Syekh Abil Hasan 12. Hudzail 11. Abu Daud Sulaiman bin Najah 10. al Hafidz Abi ‘Amr Ad Dani 09. Abul Hasan Thahir bin Ghalbun al Muqri 08. Abul Hasan Ali bin Muhammad bin Shalih al Hasyimi ad Dharir al Muqri 07. Abul ‘Abbas Ahmad bin Sahl al Asynani 06. ‘Ubaid bin Shabbah 05. Hafs bin Sulaiman bin al Mughirah al Asadi al Kufi 04. ‘Ashim bin Abi an Najud al Asadi 03. Abi Abdurrahman Abdullah bin Habib As Sulami 02. Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Ubai bin Ka’ab, Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Mas’ud r.a 01. Rasulullah s.a.w beliau dari Jibril as, Jibril dari Rabb Semesta Alam Allah Ta’ala.

Pesantren didirikan tokoh Muhammadiyah
Menurut Mudir Pesantren, H Mughni Musa, Lc MAg, Ma’had Al-Ittihad Al-Islami, adalah pondok pesantren yang didirikan tokoh Muhammadiyah H Ahmad Sutarjo (wafat 2001). “Tapi kini pengelolaan pesantren dilanjutkan oleh anak-anak beliau. Mereka tokoh Muhammadiyah Sampang,” kata Mughni, yang juga putra almarhum.

Mughni sendiri adalah Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PDM Sampang, sedangkan saudaranya, Ruhul Wahyuni adalah Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) dan Ahmad Khairul Anam jadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM).

Untuk mengetahui lebih jauh pesantren yang memiliki jenjang Ma’had Kelas I-III yang sekaligus mengenyam pendidikan SMP, Ma’had Kelas Takhassus (Bagi Tamatan SLTP/MTs), dan Ma’had Kelas IV-VI yang sekaligus mengenyam pendidikan MA ini, bisa buka www.alittihadalislami.org (Ilmi/MN)

 

sumber: pwmu.co


Tags: Santri Hafal Al-Quran, Muhammadiyah Sampang, Madura
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori: Berita Pendidikan Muhammadiyah



Arsip Berita

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website